Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gudang Ponpes Mambaul Hisan di Ngadiluwih Dilalap Api

A
TINGGAL PUING: Polisi mengecek lokasi gudang Ponpes Mambaul Hisan di Desa Badalpandean, Ngadiluwih yang terbakar kemarin siang. (Foto: M. Arif Hanafi)
TINGGAL PUING: Polisi mengecek lokasi gudang Ponpes Mambaul Hisan di Desa Badalpandean, Ngadiluwih yang terbakar kemarin siang. (Foto: M. Arif Hanafi)
KABUPATEN, JP Radar Kediri–Warga di sekitar Ponpes Mambaul Hisan, Desa Badalpandean, Ngadiluwih kemarin siang panik. Ini setelah gudang berisi peralatan las pagar dan peralatan memasak di dekat pesantren terbakar. Akibat kejadian tersebut, satu unit motor trail dan sejumlah peralatan listrik di sana hangus.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30. Adalah Muhtarul Jamil, 50, salah satu pekerja gudang, yang sempat menyaksikan kebakaran di sana. “Saya baru sampai rumah, mau mandi, tiba-tiba ada asap gelap dari arah gudang,” kata Jamil.
Melihat itu, dia langsung mengecek ke luar. Rupanya, asap hitam yang mengepul itu berasal dari arah gudang.Sebelum kejadian itu, pria yang akrab disapa Jamil itu mengaku baru saja dari sana. Dia dan beberapa pekerja baru saja mengecat pagar yang selesai dikerjakan.
Karenanya, begitu melihat tempatnya bekerja terbakar, dia langsung berteriak meminta tolong. Hanya dalam hitungan detik, warga berdatangan. Mereka bahu membahu dengan para santri untuk memadamkan api.
Memakai timba, bak, dan selang, warga bergotong-royong memadamkan api selama 30 menit, sebelum tiga mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) tiba di lokasi. “Jadi gudang hanya penyimpanan. Pekerjaan dilakukan di luar, di sekitarnya,” beber pria yang mengaku kaget mendengar kabar gudang terbakar saat baru saja pulang ke rumah.
Dari mana titik api? lelaki berkaus jingga itu mengaku tidak mengetahuinya. Sebelumnya Jamil mengaku sudah mengecek semua alat. Saat itu diketahui jika tidak ada satu pun yang menyala. “Dugaan dari PMK katanya korsleting listrik lampu gudang,” terangnya.
Ditanya terkait jumlah kerugian, dia juga belum menghitung secara pasti. Meski demikian, setidaknya ada satu unit motor trail yang hangus. Ada pula beberapa mesin las dan perkakas milik tukang yang ikut dilalap api.
Untuk diketahui, saat kebakaran terjadi, dari arah gudang warga juga mendengar bunyi ledakan. Hal itu yang membuat warga langsung berhamburan ke luar rumah dan mencari arah suara.
Diduga bunyi ledakan itu berasal dari tabung gas dam motor trail yang terbakar. Terkait kebakaran di gudang pesantren Mambaul Hisan kemarin, Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setijobudi juga menduga musibah tersebut akibat korsleting. “Penyebab pastinya belum tahu, dugaan awalnya karena korsleting,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Kebakaran yang sempat menghebohkan warga itu ditafsir mengakibatkan kerugian Rp 30 juta. Jumlah tersebut karena ada satu unit motor yang hangus berikut peralatan bengkel. Adapun bangunan menurut Iwan tidak semuanya terbakar habis. Melainkan masih menyisakan bangunan samping. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja,” imbuhnya.

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer